SukaCode: WEB Informasi Dunia Teknologi
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kotlin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kotlin. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2020

Instalasi IntelliJ IDEA OS Windows Linux dan Mac

Instalasi IntelliJ IDEA OS Windows Linux dan Mac


Pada artikel kali ini saya akan memandu kalian untuk menginstal sebuah IDE yang cukup hebat yakni IntelliJ IDEA. Untuk kalian yang sering ngoding pakai bahasa kotlin dan java mungkin sudah tidak asing lagi dengan Intellij IDEA. IDE ini memiliki dua versi yakni versi Community Edition dan Apache 2 Licensed yang bisa kita gunakan secara gratis. Banyak fitur yang dimiliki oleh  IntelliJ IDEA seperti Intelligent Code Editor yang dapat membantu kita menuliskan kode dengan cepat karena mendukung code completion dan banyak lagi fitur lainya kalian bisa melihatnya di web resminya silahkan konjungi saja https://www.jetbrains.com/idea/features/.

 Berhubung dalam web ini terdapat seri mempelajari kotlin sebuah IDE seperti IntelliJ IDEA pastinya sangat di butuhkan. Untuk menginstalnya ikuti panduan berikut ini:

Sebelum menginstal IntelliJ IDEA pastikan kalian memiliki spesifikasi seperti ini:


Windows:

• Microsoft Windows 10/8/7/Vista/2003/XP (incl.64-bit)

• 2 GB RAM minimum, 4 GB RAM direkomendasikan

• 1.5 GB ruang kosong pada penyimpanan

• 1024x768 minimal resolusi layar


Linux:

• macOS 10.8.3 atau lebih tinggi

• 2 GB RAM minimum, 4 GB RAM direkomendasikan

• 1.5 GB ruang kosong pada penyimpanan

• 1024x768 minimal resolusi layar


MacOS:

• macOS 10.8.3 atau lebih tinggi

• 2 GB RAM minimum, 4 GB RAM direkomendasikan

• 1.5 GB ruang kosong pada penyimpanan

• 1024x768 minimal resolusi layar


Jika spesifikasi laptop atau komputer kalian sudah sesuai dengan kriteria di atas silahkan ikuti cara menginstal IntelliJ IDEA sesuai dengan sistem operasi masing masing. Pertama kalian unduh dulu IntelliJ IDEA versi komunitas di https://www.jetbrains.com/idea/download/ selanjutnya ikuti langkah langkah berikut:


Cara Menginstal IntelliJ IDEA di Windows dan MacOS

Jika kalain sudah mendownload IntelliJ IDEA  silahkan langsung saja jalankan berkasnya seperti menginstal aplikasi seperti biasanya. biasanya nama berkasnya idealC-2019.3.1.exe (Windows) atau idealC-2019.3.1.dmg (macOS).


Cara Menginstal IntelliJ IDEA di OS LInux

Sedikit berbeda dengan Windows dan MacOS untuk menginstal IntelliJ IDEA di linux kalian harus mengekstrak file unduhan nya silahkan ikuti langkah langkah berikut:

Jalankan perintah berikut pada terminal

tar xvf ideaIC-2019.3.1.tar.gz

Lanjut, masuk ke dalam folder bin dengan menggunakan perintah:

cd idea-IC-193.5662.53/bin/

Terakhir, jalankan shell script idea.sh dengan menggunakan perintah.

Ikuti instruksi pada jendela yang tampil untuk menyelesaikan proses instalasi.

./idea.sh




Senin, 24 Agustus 2020

Menginstal Gradle di Sistem Operasi Windows Linux dan Mac

Menginstal Gradle di Sistem Operasi Windows Linux dan Mac


Gradle merupakan sebuah build-tool yang sering di gunakan untuk membantu mengembangkan aplikasi android, web , dekstop, bot dll. build tool disini artinya melakukan compile dan packaging contohnya mengcompile bahasa pemrograman java dan kotlin. Lalu bagaimana cara mengintaslnya?, nah untuk menginstal gradle mudah saja, namun dalam sistem operasi kalian harus terinstal dulu OpenJDK, untuk menginstal OpenJDK sudah saya berikan tutorialnya di artikel sebelumnya. Berikut panduan instalasi Gradle.

Terdapat dua cara untuk menginstal Gradle bisa manual dan juga menggunakan bantuan SDKMAN untuk menginstal secara manual ikuti cara berikut ini:

  1. Download terlebih dahulu distribusi gradle di web resminya https://gradle.org/releases/ lalu pilih binary-only atau complate.

  2. Setelah di download silahkan ekstrak file tadi di folder yang mudah di jangkau, untuk memudahkan ketika proses Konfigurasi Environment Variable

Menginstal Gradle Menggunakan SDKMAN

Proses instalasi via SDKMAN hanya bisa digunakan di OS Linux dan Mac saja. Dengan bantuan tools ini kita nantinya tidak perlu lagi repot melakukan proses konfigurasi Environment Variable. Berikut langkah langkah instalasi gradle menggunakan SDKMAN:

  1. Buka terminal kemudian jalankan perintah berikut:
    sdk install gradle
    
  2. Tunggu sampai instalasinya selesai dan untuk mengechek versina silahkan gunakan perintah gradle - v.

Konfigurasi Environment Variable Di Windows

Untuk melakukan konfigurasi Environment Variable pada windows sebenarnya sama saja seperti konfigurasi Environment Variable openjdk pada artikel sebelumnya. Buka pengaturan Environment Variables. Pada kolom System Variables pilih variable path kemudian klik Edit. Setelah jendela baru terbuka, Klik tombol New kemudian tambahkan lokasi berkas distribusi Gradle seperti berikut:

Selanjutnya klik OK, selamat proses instalasi gradle berhasil.

Sabtu, 22 Agustus 2020

Instalasi OpenJDK di Sistem Operasi Windows Linux dan Mac

Instalasi OpenJDK di Sistem Operasi Windows Linux dan Mac


OpenJDK adalah implementasi opensource dari platform java. Untuk menginstalnya ada beberapa cara yang nanti akan di jelaskan di bawh artikel ini. OpenJDK bisa berjalan di semua sistem operasi baik windows, mac maupun linux. Berikut panduan untuk menginstal OpenJDK:

Menginstal OpenJDK di Linux dan Mac

Terdapat tiga cara untuk menginstal OpenJDK di sistem operasi linux dan mac. Kita bisa langsung melakukanya secara manual, melalui Personal Package Archive (PPA) dan SKMAN. Namun kali ini saya hanya akan mencontohkan install openjdk melalui sdkman saja.

SDKMAN adalah sebuah alat untuk mengatur sdk secara pararel. Untuk menggunakan tools ini kita harus menginstalnya terlebih dahulu berikut cara instalisasi sdkman:

  1. Instal terlebih dahulu Curl, gunakan perintah di terminal seperti berikut:
    sudo apt install curl
    
  2. Setelah itu, jalankan perintah berikut untuk instalasi SDKMAN:
    curl -s "https://get.sdkman.io" | bash
    
  3. Kemudian, jalankan perintah berikut:
    source "$HOME/.sdkman/bin/sdkman-init.sh"
    
  4. Untuk memastikan SDKMAN berhasil diinstal, gunakan perintah berikut:
    sdk version
    

Setelah terinstal SDKMAN di dalam komputer sekarang tinggal install OpenJDK carany cukup simpel tinggal gunakan perintah berikut:

sdk install java 13.0.1-open

Kemudian tunggu sampai proses instalisasi selesai dan untuk melihat versi jdk kita bisa menggunakan perintah berikut:

sdk list java


Menginstal OpenJDK di Windows

Untuk proses instalilasi openjdk di windows kalian harus mendownload binary openjdk untuk sistem operasi windows terlebih dahulu bisa di download di http://jdk.java.net/archive/ . Setelah di download silahkan ekstrak berkasnya ke dalam folder C:\Program Files (x86)\Java. Jika tidak ada folder Java, tambahkanlah secara manual. Selanjutnya, Anda juga perlu mengatur lokasi folder OpenJDK pada Environment Variable. Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka Control Panel kemudian masukkan system variable pada kolom pencarian.
  2. Pilih Edit the system environment variables pada hasil pencarian.
  3. Pada jendela yang tampil, klik tombol Environment Variables yang berada di bawah.
  4. Fokus pada bagian User variables, klik tombol New.
  5. Setelah terbuka, masukkan JAVA_HOME pada kolom variable name dan lokasi folder Java pada variable value. 
  6. Setelah itu, klik OK.
  7. Masih pada jendela Environment Variables, pilih variable path yang berada pada bagian System Variable kemudian klik Edit.
  8. Setelah jendela baru terbuka, klik tombol New dan masukkan %JAVA_HOME%\bin lalu klik OK. 
  9. Klik OK pada jendela Environment Variables.
  10. Buka Command Prompt kemudian jalankan perintah echo %JAVA_HOME%. Pastikan yang tampil adalah lokasi folder Java yang sudah kita atur seperti berikut: 
Untuk memastikan apakah instalasi sudah berhasil, jalankan perintah java --version pada Command Prompt. 

Rabu, 19 Agustus 2020

Karakteristik Bahasa Pemrograman Kotlin

Karakteristik Bahasa Pemrograman Kotlin


Karakteristik Kotlin - Untuk mempelajari dan memahami bahasa pemrograman lebih mendalam tentunya kita harus terlebih dahulu memahami karakteristik nya. Dalam bahasa kotlin ada beberapa karakteristik yang perlu di pahami, di artikel ini akan di bahasa satu persatu. 

Kotlin merupakan bahasa pemrograman yang praktis, ringkas dan tentunya aman. Kotlin bisa di jalankan di berbagai freamwork dan library Java. Berikut karakteristik kotlin yang banyak di sukai oleh para programer dan developer.

Modern and Concise

Kotlin merupakan bahasa pemrograman yang modern dan ringkas, bisa memangkas kode hingga beberapa baris saja. Hal ini sangat menguntungkan bagi para programer karena dengan kode yang singkat dapat memangkas waktu ketika ditulis maupun dibaca. Semakin singkat sebuah kode maka semakin cepat juga untuk dipahami. Selain dapat memangkas kode fungsi fungi dalam kotlin memiliki kata kunci yang mudah di ingat dan terkesan sederhana.

Perhatikan perbandingan kode kotlin dan java di bawah ini:

Java:

public class SomeClasses{
    public static void main(String[] args){
        System.out.println("Hello");
    }
}


Kotlin:

class SomeClasses{
    fun main(){
        println("Hello")
    }
}


Lihat kode diatas ada beberapa perbedaan dari kedua bahasa tersebut. Dalam bahasa java kita harus menambahkan semicolon atau tanda titik koma (;) di akhir statment, tapi dalam kotlin kita tidak harus menambahkan semicolon disetiap statment, ini membantu para programer ketika sedang menulis kode, karena banyak para programer yang sering lupa menambahkan semicolon di akhir statment. Tapi itu belum seberapa selain kode yang ringkas kotlin juga dibekali dengan beberapa standard library seperti higher-order function, extension function, dll yang nanti kita akan pelajari di artikel selanjutnya.

Pragmatic

Sebuah bahasa pemrograman bisa di katakan pragmatis jika bisa mengatasi masalah masalah dengan praktis. Kotlin di kembangkan oleh tim JetBrians dari permasalahan yang sering di alamai para pengembang tersebut. Dalam setiap perilisanya kotlin selalu memperbaharui fitur-fitur untuk membantu para programer dalam mengatasi masalah secara praktis.

Kotlin di dukung oleh berbagai tools untuk membantu penulisan kode. Tim JetBrians menyediakan IDE IntelliJ IDEA beserta plugin-plugin yang disesuaikan dengan setiap fitur yang ada pada Kotlin.

Safe

Sebauh bahasa pemrograman harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi, namun seperti apakah yang di sebuat " Aman " dalam bahasa pemrograman? Apakah “aman” artinya kita bisa membuat aplikasi yang tidak mudah dibobol? Tentu tidak. Ketika seorang programer menuliskan kode akan ada saatnya kode kode yang di tuliskan itu eror atau terdapat masalah. Terdapat berbagai masalah yang sering di alamai oleh para programer seperti proyek tak berhasil di-build, atau bahkan fitur yang tak berfungsi semestinya.

Dengan bejalanya JVM di bawah kotlin, keamanan kotlin lebih terjamin terlebih dalam sisi memori. Kotlin juga menjamin lebih aman dari Bahasa Java. Misalnya ketika programer mendeklarasikan tipe atau argumen kotlin secara otomatis akan menyimpulkan tipe tersebut secara otomatis. Selain itu kotlin juga dapat memeriksa kesalahan ketika proses compilasi sehingga memungkinkan kita untuk mencegah kesalahan tersebut. Dan yang paling di sukai oleh para programer kotlin mampu menghilangkan NullPointerException  yang sering di sebut sebagai “The billion dollar mistake” oleh programer Java. Kotlin menggunakan fitur Null Safety yang membedakan antara object yang boleh null atau tidak boleh null saat object dibuat.

Sebagai contoh: 

var a : String = "Kotlin"
a = null //kompilasi error

Secara default, Kotlin mengasumsikan nilai dari sebuah properti tidak boleh null. Oleh karena itu, kode pada baris kedua akan langsung dianggap eror. Namun seringkali kita tidak bisa menghindari bahwa sebuah data ternyata null, apalagi ketika kita mengkonsumsi data yang didapatkan dari server. Kita pun bisa menetapkan sebuah properti nullable dengan menambahkan tanda (?) pada tipe datanya.

var a : String? = "Kotlin"
a = null //kompilasi error

Sekarang properti a bisa di tetapkan sebagai nullable karena sudah di tambhakan tanda(?).

Statically Typed

Kotlin termasuk ke dalam bahasa pemrograman statically typed. Artinya setiap ekspresi di dalam sebuah program dapat dikenali pada saat kompilasi. Kompiler juga bisa memastikan bahwa semua fungsi yang ingin diakses terdapat pada objek yang digunakan. Hal ini berbeda dengan beberapa bahasa pemrograman lain yang juga berjalan di atas JVM seperti Groovy dan JRuby. Kedua bahasa tersebut termasuk ke dalam bahasa pemrograman dynamically typed.

Di sisi lain, jika dibandingkan dengan Java yang juga merupakan bahasa pemrograman statically typed, Kotlin memungkinkan kita untuk tidak menuliskan tipe variabel secara eksplisit. Ini akan menghindarkan kita dari kesalahan seperti salah menuliskan tipe data atau yang lainnya.

Selama ini, terdapat banyak perdebatan mengenai statically typed atau dynamically typed yang bagus dalam hal produktivitas. Tentunya banyak juga perbedaan pendapat dari para developer. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Berikut adalah beberapa keunggulan dari bahasa pemrograman statically typed:

Mengakses sesuatu akan lebih cepat karena kita tidak perlu mencari tahu fungsi mana yang perlu dipanggil; 

Karena kompiler menjamin kebenaran program, peluang untuk crash saat runtime akan berkurang;
Pengetikan statis memungkinkan proses refactoring yang lebih mudah, apalagi dengan dukungan tool yang hebat seperti auto complete dan yang lainnya;

Lebih mudah untuk bekerja dengan relasional database dan sistem lain yang juga bergantung pada pengetikan statis.

Free and Open-Sources 

Bagi pegiat open-sources dan developer pada umumnya, hal ini tentunya sangat menguntungkan. Kompiler, library, tools, dan terutama Kotlin itu sendiri bebas untuk diakses gratis. 



Multiparadigm dan Multiplatform Pada Bahasa Kotlin

Multiparadigm dan Multiplatform Pada Bahasa Kotlin


Kotlin merupakan bahasa pemrograman yang memiliki beberapa paradigma atau Multiparadigm. Kotlin juga bisa di targetkan dalam beberapa platform (Multiplatform). Nah kali ini saya akan membahas apa maksud dari Multiparadigm dan Multiplatform tersebut. Oke langsung kita bahasa satu persatu.


Multiparadigm 

Mungkin sebagian dari kalian para programer pemula belum terlalu tau tentang apa itu Multiparadigm. lalu apasih multiparadigm itu ?, Multiparadigm  atau programing paradigma menurut wikipedia adalah cara untuk mengklasifikasikan pemrograman berdasarkan fitur yang dimilikinya, dimana kode dalam sebuah pemrograman dapat diatur seperti di kelompokan dan dimodifikasi. 

Terdapat beberapa paradigma yang sudah umum dalam bahasa pemrograman berdasarkan cara penulisan sintaksnya seperti object-oriented programming (OOP) dan functional programming (FP). Ketika kita menggunakan bahasa pemrograman kotlin kita bisa menggunakan keduanya baik itu OPP maupun FP. Kotlin juga di dukung oleh fitur-fitur seperti higher-order function, function types, dan lambda.  Jadi untuk kalian yang ingin mengekplorasi functional programing kotlin adalah bahasa yang tepat. 


Multiplatform

Bahasa kotlin bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi di berbagai platform yang berarti mendukung lebih dari satu platform, kotlin bisa mengembangkan aplikasi di platform Android, iOS, Web, Desktop, dsb. Namun bukan hanya itu tujuan kotlin dari multiplatform tersebut sebenarnya yaitu berbagi kode antar platform. Dengan dukungan untuk JVM, Android, JavaScript, iOS, Linux, Windows, macOS dan bahkan embedded system seperti STM32. Oleh karena itu kotlin di harapkan mampu mengatasi komponen apapun yang ada pada aplikasi modern.

Konsep multiplatform pada kotlin  sedikit berbeda dari bahasa pemrograman lain. Dengan model code-sharing yang ada, memungkinkan Anda untuk mengelompokkan beberapa kode sesuai fungsi masing-masing. Sebagai contoh, membuat modul A yang berisi kumpulan kode yang dapat diakses oleh semua platform, modul B yang berisi kode spesifik untuk platform tertentu, dan modul C yang ditargetkan untuk platform tertentu namun juga memiliki ketergantungan ke modul lain.

JetBrains juga memiliki beberapa contoh proyek yang bisa kita pelajari untuk menerapkan Kotlin Multiplatform:

• KotlinConf App

• KotlinConf Spinner App

Dokumentasi resmi dari Kotlin Multiplatform bisa Anda lihat pada tautan ini.


Selasa, 18 Agustus 2020

Pengenalan Bahasa Pemrograman Kotlin

Pengenalan Bahasa Pemrograman Kotlin


Kotlin adalah bahasa pemrograman staticly typed (dimana kita harus mendeklarasikan terlebih dahulu tipe data di setiap variable dan fungsi yang kita buat). Proyek open-source ini menargetkan JVM, Android, Javascript dan Navite. Kotlin di kembangkan oleh tim programer JetBrains yang memulai proyek ini pada tahun 2010 dan bermarkas di Saint Petersburg, Rusia yang dekat dengan pulau Kotlin hingga di tetapkan sebagai nama dari proyek yang mereka buat. Bahasa Kotlin pertama kali di rilis pada tanggal 16 Februari 2016 versi 1.0.

Para pengembang - pengembang bahasa pemrograman kotlin dari JetBrains yang lebih dari 50 developer kreatif , mengembangkan bahasa ini karena mereka semua terinspirasi oleh bahasa pemrograman yang sudah terlebih dahulu ada seperti C#, Java, Scala, Javascript dan Groovy. Tapi mereka mamastikan bahwa kotlin mudah di pelajari berbeda dengan bahasa seperti yang tadi, mungkin sedikit rumit bagi pemula.

Kotlin dapat digunakan secara gratis karena kotlin adalah proyek open-source, kotlin sendiri di kembangkan di bawah lisensi Apache. Untuk sumber kodenya kita bisa lihat di Git-Hubnya.

Kotlin dapat digunakan untuk berbagai pengembangan aplikasi seperti website, mobile , server, bahkan kotlin sekarang bisa digunakan untuk aplikasi navite. Kauntung menggunakan kotlin native ini yaitu kita sebagai programer bisa menggunakan dalam pengembangan aplikasi di platformlain sperti IOS, MacOs, embede system dan dekstop. Dan mungkin beberapa tahun lagi kotlin bisa digunkan untuk machine learning dan data science.

Untuk memudahkan kita membuat program dengan bahasa Kotlin ada banyak tools yang bisa di gunakan seperti Intellij IDEA, Android Studio, Eclipse dan NetBeans untuk memudahkan mendevelop aplikasi. Kita juga bisa menggunakan perintah terminal untuk menjalankan dan mengkompilasi kotlin. Untuk build tools pada JVM kita bisa menggunkan MAven, Gradle, Ant, atau Kobalt. Tersedia juga build tools yang menargetkan JavaScript.

Dalam seri ini saya akan mengenalkan kotlin secara mendalam pada artikel artikel selanjutnya, dan nantikita akan mempelajari kotlin secara spesifik agar kita semua bisa memahami untuk apa Kotlin digunakan, apa saja kelebihan dan kekurangannya, karakteristik, dan seperti apa ekosistem Kotlin di dunia pengembangan aplikasi.



Ad Placement

Featured

[Featured][recentbylabel]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done